Selasa, 10 Juli 2012

Diet penyakit pada saluran pencernaan

fahminazzy.blogsopt.com/2012/07/10/diet-penyakit-pada- saluran-pencernaan.html
A.      GAMBARAN UMUM
saluran  pencernaan dalah saluran yang berfungsi untuk mencerna makanan, mengabsorpsi  zat-zat gizi, dan mengekresi sisa-sisa pencernaan. Saluran cerna terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus.
Gangguan pencernaan dan absorpsi dapat terjadi pada proses menelan, mengosongkan lambung, absorpsi zat-zat gizi, dan proses buang air besar (defekasi). Gangguan ini antara lain terjadi karena infeksi atau peradangan, gangguan motilitas, perdarahan atau hematemesis – melena, kondisi saluran cerna pasca bedah, dan tumor atau kanker. Penyakit-penyakit saluran cerna yang terjadi antara lain stenosis esophagus, gastritis akut atau kronik, hematenesis –melena, ulkus peptikum, sindroma dumping, hemoroid, diare dan kostipasi.
Manifestasi yang terjadi pada pasien dapat berupa disfagia, dyspepsia, diare, konstipasi hematenesis, melena dan hematokesia.
Menurut lokasinya, penyakit saluran cerna dibagi dalam 2 kelompok, yaitu penyakit saluran cerna atas dan penyakit saluran cerna bawah.

B.      DIET PENYAKIT SALURAN CERNA ATAS
Ø  Diet disfagia

Gambaran umum

Disfagia adalah kesulitan menelan karena adanya gangguan aliran makanan pada saluran cerna. Hal ini dapat terjadi karena kelainan system saraf menelan, pasca stroke, dan adanya massa atau tumor yang menutupi saluran cerna. Pasien memerlukan penanganan khusus tentang cara pemberian maupun bentuk makanannya.

*      TUJUAN DIET

Tujuan diet disfagia adalah untuk :
1.       Menurunkan resiko aspirasi akibat masuknyya makanan ke dalam saluran pernapasan
2.       Mencegah dan mengoreksi defesiensi zat gizi dan cairan

*      SYARAT DIET
Syarat-syarat diet disfagia adalah :
1.       Cukup energy, protein, dan zat gizi lainnya
2.       Mudah dicerna, porsi makanan kecil dan sering diberikan
3.       Cukup cairan
4.       Bentuk makanan bergantung pada kemampuan menelan. Diberikan secara bertahap, dimulai dari makanan cair penuh atau cairan kental, makanan saring, kemudian makanan lunak
5.       Makanan cair jernih tidak diberikan karena sering menyebabkan tersendak atau aspirasi
6.       Cara pemberian makanan dapat per oral atau melalui pipa (selang) atau sonde

*      MACAM DIET DAN INDIKASI PEMBERIAN

Disfagia dapat terjadi pada lansia, adanya gangguan saran menelan,tumor  esophagus. Bentuk makanan tergantung pada cara pemberian. Bila diberikan melalui pipa, makanan diberikan dalam bentuk makanan cair penuh; bila diberikan per oral maka makanan diberikan dalam bentuk dalam bentuk makanan cair kental, saring, atau lunak (lihat makanan cair, saring dan lunak).

*      CARA MEMESAN DIET

Makanan cair penuh/makanan cair kental/makanan cair/makanan lunak (MCP/MCK/MS/ML)

*      DIET PASCA HEMATEMESIS-MELENA
       
Hematemesis melena adalah keadaan muntah dan buang air besar berupa darah akibat luka atau kerusakan pada saluran cerna.

*      TUJUAN DIET

Tujuan diet pasca hematemesis melena adalah untuk:
1. memberikan makanan secukupnya yang memungkinkan istirahat pada saluran cerna,mengurangi resiko perdarahan ulang,dan mencegah aspirasi .
2. mengusahakan keadaan gizi sebaik mungkin .

*      SYARAT DIET

Syarat-syarat diet pasca hematemesis melena adalah:
1. tidak merangsang saluran cerna
2. tidak meninggalkan sisa
3.pada fase akut dapat diberikan makanan parenteral saja selama 24-48 jam untuk member I istirahat pada lambung
4. diet diberikan jika perdarahan pada lambung atau duodenum sudah tidak ada

*      JENIS DIET DAN INDIKASI PEMBERIAN

Diet diberikan dalam bentuk makanan cair jernih, tiap 2-3 jam pasca perdarahan. Nilai gizi makanan ini sangat rendah, sehingga diberikan selama 1-2 hari saja (lihat makanan cair jernih).


*      CARA MEMESAN DIET

Makanan cair jernih (MCJ)

C.      DIET PENYAKIT PADA SALURAN CERNAH BAWAH

*      TUJUAN DIET

Tujuan diet penyakit usus inflamatorik adalah :
1.       Memperbaiki ketidak seimbangan cairan dan elektrolit
2.       Mengganti kehilangan zat gizi dan memperbaiki status gizi kuranag
3.       Mencegah iritasi dan inflamasi lebih lanjut
4.       Mengistirahatkan usus pada masa akut

*      SYARAT DIET

Syarat-syarat diet pada usus imflamatorik adalah :
1.       Pada fase akut dipuasakan dan diberi makanan secara parenteral saja
2.       Bila fase akut teratasi, pasien diberi makanan secara bertahap,mulai dari bentuk cair (per oral maupun enteral),  kemudian meningkat menjadi diet sisa rendah dan serat rendah
3.       Bila gejala hilang dapat diberikan makanan biasa
4.       Kebutuhan gizi, yaitu :
a.       Energy tinggi dan protein tinggi
b.      Suplemen vitamin dan mineral antara lain vitamin A, C, D, asam folat, vitamin B12, kalsium, zat besi, maknesium dan seng
5.       Makanan enteral rendah atau bebas laktosa dan mengandung asamlemak rantai sedang dapat diberikan karena sering

0 komentar:

Poskan Komentar

newer post older post Home